Sunday, 11 April, 2021

Cerita Lucu Petani Kentang Di Kab Malang, Bingung Dengan Mesin ATM


Cerita Lucu Petani Kentang Di Kab Malang, Bingung Dengan

Mesin ATM

 

registraceodkazu – Literasi keuangan menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah, terutama di masyarakat terpencil. Salah satunya adalah komunitas petani kentang di Ngantang, Kabupaten Malang. Karena sulit mengubah kebiasaan menabung di rumah, bahkan tidak mudah memperkenalkan ATM kepada mereka.

Baru tiga tahun lalu Bank BRI bekerja sama dengan Gapoktan Gemah Ripah agar petani dapat mengelola keuangannya dengan baik melalui bank. Dorong ratusan petani untuk menghasilkan uang dari tanaman kentang untuk memastikan keamanan.

“Kalau panen nggak kelonin uang mereka nggak ngerasa panen. Ketika dapat Rp 100 juta dia bingung taruhnya, mau ke pasar dia khawatir, malam juga takut ada yang datang. Awalnya di sini kalau panen nggak megang duit itu image-nya kayak gak panen, lalu image-nya kita geser ini sudah tahun ke-3 mereka nggak terima duit cash tapi masuk ke tabungan BRI. Awalnya sulit mengalihkan kebiasaan itu, setelah itu kita paksa harus buka rekening kalau nggak kita nggak kasih bibit,” ucap Ketua Gapoktan Kentang Gemah Ripah Ngantang, Supriyo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Cara ini juga efektif. Perlahan, mereka mulai memegang ATM dan kartu tabungan, namun masih perlu melakukan penyesuaian hingga banyak cerita menarik terjadi

Ia menjelaskan lagi: “Ada juga orang tua yang bahkan memberikan pin ATM-nya. Ada juga beberapa orang yang bingung kok bisa keluar uang dari ATM.”

Beberapa bahkan tidak pernah ke bank. Namun, mereka tetap harus pergi ke bank untuk membayar hasil panen sampai akhirnya mereka kebingungan.

“Bahkan ada cerita lucu juga mengenal namanya perbankan begitu kita cairkan di gudang bawa secarik kertas edc ke kantor BRI di sana dia diam aja sampai jam 2 bukan karena petugas tapi karena dia nggak pernah masuk bank. Itu tahun pertama dan seterusnya mereka bisa merasakan ternyata enak ketika mereka butuh mereka bisa ambil, ketika nggak butuh mereka bisa nggak ambil,” lanjut dia.

Upaya tiga tahun untuk mentransfer dana hasil panen ke bank diapresiasi Bank Indonesia. Sebagai imbalan, Bank Indonesia membangun gudang hingga menggelar Wayang Kulit.

Dari segi informasi, panen kentang Gapoktan Gemah Ripah ini bisa mencapai 20 Miliar rupiah, meski kentang yang mereka panen digunakan untuk menghasilkan berbagai macam jajanan, seperti chitato hingga lay’s. Selama tiga tahun terakhir, Bank BRI telah menjadi mitra petani dan mengumpulkan rupiah dari hasil panen mereka.

Kisah petani kentang ini merupakan salah satu rangkaian cerita dalam program eksplorasi UMKM yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia. Program Discovery UMKM membahas seluruh aspek kehidupan masyarakat dan menggali potensi daerah.

 

0 comments on “Cerita Lucu Petani Kentang Di Kab Malang, Bingung Dengan Mesin ATM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *